Mobil Esemka

Minggu pagi  yang cerah,  matahari penuh menghangatkan bumi.  Warga dusun Talsanga yang mempunyai ternak selesai kerja bakti  resik-resik kandang kelompok yang berlokasi di kampung ternak sebelah barat laut dusun. Kebanyakan warga sudah pada pulang, tinggal beberapa orang  masih ngobrol di pos sambil  medang dan macit.  Hari juga masih tergolong pagi.

“Wah lumayan  hari ini cuaca terang,  jadi banyak warga kita tadi yang ikut kerja bakti ya”, kata Pak Jono  selaku ketua kelompok .

” Tapi  masih ada yang gak datang kok pak”  kang Kawul menyahut.

” Ya biasa mungkin mereka yang gak datang punya kepentingan sendiri, tapi kok orangnya ya itu -itu saja ya ” jawab Pak Kadus sambil bertanya.

” Tugasnya pak Jono itu, besok kalo pas rapat kelompok  diberi arahan pak, semangkean,  kedudukan warga di mata hukum itu sama lho,  jangan tebang pilih”  Kang Kawul mulai menaikkan tensi obrolan.

” Wis lah, ngomongin yang lain aja, kang Kawul sudah mulai  kumat itu.  Kemarin malam nonton TV  gak Pak Jono, yang tentang mobil esemka itu lho ” Pak Kadus mengalihkan pembicaraan.

” Wah Pak Kadus gak fair,  rembugan belum selesai udah ganti topik, oke lah. Kalo masalah mobil esemka  memang lagi  jadi trending topic  minggu-minggu ini pak, aku salut jika itu betul ” Kang Kawul memotong.

” Maksudmu betul piye kang,  apa dikira mobil esemka itu gak bener apa ? ” Pak Jono menyambung.

” Gini lho pak, aku kawatir produk ini seperti produk-produk esemka yang lain,  jadi yang membuat sebenarnya  pabrik-pabrik  besar di luar negeri. Kita kebagian merakitnya saja” kang Kawul berargumentasi.

” Dari kabar-kabar sih katanya mobil ini sudah dirancang sejak tahun 2009 oleh  SMKN  1 Singosari Malang lho kang, jadi jangan dipukul rata dulu, mbokyao  dilihat latar belakangnya to ” Pak Jono sepertinya memberikan klarifikasi.

” Iya memang menurut kabar mobil Esemka Digdaya  itu prototipnya pertama dibuat oleh SMK Singosari, yang menggunakan mesin DOHC 1500 cc bekas  itu kan” Pak Kadus menyambung.

” Wah Kaduse sekarang gaul, mesti sering membawa pulang koran  dari kelurahan ini, biasane bacaannya kan majalah Jayabaya, Jokolodhang, primbon Betaljemur dan sejenisnya ” sambung  kang Kawul sambil terkekeh-kekeh.

” Sembarangan Kawul ki,  aku wis masang internet lho Wul”  Pak Kadus gak mau kalah.

” Lha itu pak, aku  kemarin-kemarin ya buka-buka internet penasaran mengenai mobil esemka ini,  ternyata kok ada kembarannya di Cina, namanya mobil Foday Explorer, dan sudah diproduksi masal. Tak perhatikan jan plek jiplek persis pak bentuknya, jenis Digdaya, Rajawali pokoke persis dengan Foday.  Aku bingung kok bisa itu gemana ya ”  Kang Kawul memberikan informasi.

”  Ya memang katanya  SMKN 1 Singosari itu tahun 2010  pernah minta kerjasama dengan pabrik Foday Motor Inc.  dari Guangdong Cina untuk memproduksi sparepart mobil esemka.  Mungkin Foday langsung mendahului produksi apa ya, mereka kok malah mengeluarkan dulu mobil jenis itu” Pak  Jono setengah bertanya.

Pancen Cina itu ya  jago buat kembaran produk, apapun produknya bisa ditiru oleh mereka,  cuma masalah mobil esemka ini siapa yang punya ide dulu perlu diklarifikasi oleh pihak-pihak  yang berkaitan” Pak Kadus mencoba menengahi.

” Bener pak, saya sebagai rakyat kecil yang tidak tahu hal yang sebenarnya, jadi kadang merasa seperti dibohongi dengan banyak proyek-proyek yang mengatasnamakan karya anak bangsa, maksudku itu kalau mereka membuat ya betul membuat, kalau mereka merakit ya jujur bilang merakit, jadi fair ” kang Kawul agak sewot.

Tiba-tiba mak jedhul muncul mbah Jaya  dari balik kandangnya kang Mardi yang berada persis di depan Pos.

” Oalah, esuk-esuk padha rembugan apa kok seperti ngrembug negara wae”  mbah Jaya menyapa mereka.

Niki lho mbah sami omong kosong, masalah mobil esemka yang baru rame dibicarakan banyak orang” Pak Kadus memberikan jawaban.

Aku ki ya sruwang-sruwing dengar kabar  itu, ning  ora patia genah

“Lha nek menurute simbah gemana mbah dengan kabar itu.” pak Jono menimpali.

“Ya sudah ditunggu saja, waktu yang akan membuktikan. Kecuali para pelaku yang langsung menangani masalah itu gelem blaka, jujur, menjelaskan proses   sebenarnya apa yang terjadi. Mesti tidak menjadi perdebatan yang panjang. Segala sesuatu yang bukan gaib itu kan bisa dinalar, “. Sambung Mbah Jaya.

” Orang jaman sekarang kok disuruh jujur to mbah, pedomannya aja jujur ajur , siapa yang mau ?” dengan sengitnya kang Kawul  kembali memanaskan suasana.

About siswanta

Seorang Guru SMK, berpendapat bahwa pendidikan adalah sebaik-baiknya investasi untuk masa depan sebuah bangsa

Posted on January 14, 2012, in KOLOM. Bookmark the permalink. Leave a comment.

SIlahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: