TDA Vs TDB

” Aja turu sore kaki, Ana dewa nganglang jagad,  Nyangking bokor kencanane, Isine donga tetulak, Sandang kalawan pangan, Ya iku bageyanipun, Wong melek sabar narima”. Kang kawul sendirian  rengeng-rengeng nembang Asmaradana  di pos kandang kelompok,  waktunya ba’da Isya.

” Ehm-ehm , nglengkeng kang”  Pak Jono menyapa kang Kawul.

“Iya ketimbang ngalamun pak, nguri-uri tinggalan leluhur sendiri, siapa lagi kalau bukan kita yang mengingat-ingat”, Kang kawul menjawab.

“Iya betul itu, satu pupuh lagi kang, lanjut ” Pak Jono meminta.

“Ingkang bisa nemu iki, Nora saben sok uwonga, Kudu ana pilihane, Kang weruh lakune jaman, Eling kanthi waspada, Tindak tuwajuh lan jujur, Ingkang antuk kamurahan”  kang Kawul melanjutkan.

“Eh Pak  itu  gemana pembagian hibah sapi dari pemerintah sudah  beres belum draftnya”  kang kawul lansung bertanya kepada pak Jono.

“Wah aku ya masih bingung Wul, ada beberapa anggota yang ngeyel tetep minta bagian, jadi belum beres draftnya”  pak Jono menjawab.

” Siapa sih pak yang ngeyel, kemarin kan sudah disepakati kriteria penerima hibah”  tanya kang Kawul.

” Ya ada lah pokoknya, rencana besuk malam minggu kita adakan rapat lagi, akan kita ketuk hati mereka yang sebenarnya kurang berhak menerima hibah itu” Pak Jono  menjelaskan.

” Dasarnya  mental- mental TDB itu pak” tiba tiba kang Cancut langsung menyahut sambil masih berjalan menuju pos.

“Istilah apa itu  to Cut,  mbok duduk dulu sini”  pak Jono menanggapi.

“TDB itu maksudnya Tangan Di Bawah pak, jadi walaupun dia orang berkecukupan, mampu, tapi kalau mentalnya TDB ya maunya nyadhong terus” kang Cancut menjelaskan.

“Lha terus siapa yang kamu maksud TDB itu jal” tanya pak Jono.

“Yaitu tadi priyayi-priyayi yang ngeyel minta jatah hibah sapi, padahal dia sendiri sapinya pirang-pirang, digadhuh-gadhuhkan. Kok masih iri melik bantuan, coba pikir pak”  kang Cancut sambil menunjuk-nunjuk pelipisnya.

Sakjane mereka ya tahu, bahwa anggota kandang kita ini  yang jumlahnya  lebih  100-an itu kan masih banyak yang nggadhuh, memelihara bukan sapinya sendiri, sedangkan bantuan hibah jumlahnya kan hanya 16 sapi,  aku juga heran pak” kang Kawul menambahi.

“Aku ya pusing kalau mikir itu, bener kata Cancut memang mental itu  yang harus   diperbaiki, tapi  caranya gemana Wul” pak Jono malah bertanya kepada kang Kawul.

” Ya besuk pada rapat coba diketuk hati mereka yang saat ini sudah mempunyai banyak sapi, agar mau memberi kesempatan kepada warga lain yang belum punya sapi sendiri  pak,” kang Kawul menjawab.

” Wah itu mbah  Jaya rawuh pak, coba kita minta pendapatnya, kang Cancut memotong.

“Sugeng ndalu Pak Jono, kang Cancut, kang Kawul, orang tiga kelihatannya kok sudah gayeng ini” mbah Jaya menyapa.

” Sugeng ndalu mbah” jawab mereka betiga serempak.

“Lagi ngobrol  tentang hibah sapi mbah, kan belum beres  pembagiannya, malam minggu besuk mau diadakan rembug lagi mbah” Pak Jono langsung menyambungi.

“Dari jaman dulu memang yang namanya bantuan itu selalu jadi rebutan, sifat manusia yang sulit berubah” mbah Jaya menjawab.

” Iya mbah terus baiknya gemana ya mbah biar cepet selesai, dipun paringi  jalan, wong ya satu dusun kok regejegan “ Pak Jono minta pendapat.

” Bener kalau mau diadakan rapat lagi, coba didata warga kandang yang masih nggaduh, jumlahnya  berapa, itu yang harus menjadi prioritas penerima hibah. Tapi karena hibah ini atas nama kelompok, mereka yang menerima tetep nggaduh, besuk kalau sapinya  sudah beranak, induknya dikembalikan lagi ke kelompok, agar bisa digadhuh warga yang lain”  mbah Jaya  memberi pendapat.

“Untuk orang-orang  yang  ingin  mendapatkan hibah  tetapi sebenarnya sudah punya sapi sendiri, ya disentuh hatinya, memberikan kesempatan kepada orang yang kurang mampu itu  hal yang dianjurkan dalam agama”   lanjut mbah Jaya.

About siswanta

Seorang Guru SMK, berpendapat bahwa pendidikan adalah sebaik-baiknya investasi untuk masa depan sebuah bangsa

Posted on February 2, 2012, in KOLOM and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

SIlahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: