Plagiator Ilmu

Meniru, semua makhluk hidup meniru. Terutama manusia. Anak meniru orangtuanya, murid meniru gurunya, mahasiswa meniru dosennya,  remaja meniru artis idolanya, bawahan meniru atasannya.  Apa yang salah ?  Apa sebenarnya  perbedaan meniru, menjiplak, mencontek, mencontoh, membajak ? Dan mengapa perbuatan ini selalu dicemooh, diejek, direndahkan mestinya ada penyebabnya.

HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) / Intellectual Property Right mungkin salah satu penyebabnya. HAKI  adalah hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup :

1.      Hak Cipta.

2.      Hak Kekayaan Industri, meliputi:

  • Paten
  • Merek
  • Desain Industri
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
  • Rahasia Dagang, dan
  • Indikasi

Organisasi Internasional yang mewadahi bidang HAKI yaitu WIPO (World Intellectual Property Organization. Indonesia telah meratifikasi (adopsi) beberapa konvensi internasional antara lain WIPO Copyrigths Treaty (KEPPRES No. 19 TAHUN 1997).

 Negara lain seperti Cina,  tidak ikut konvensi internasional  khusus HAKI, sehingga bisa memproduksi (membajak?) produk dan menjualnya dengan harga murah. Hampir semua produk elektronik, otomotif, bahkan batik pun Cina bisa menirunya, dan negara lain tidak bisa menuntutnya.

Jepang, salah satu negara maju di Asia, pada awalnya juga berkiblat (meniru ?) ke Eropa untuk masalah elektronik dan otomotif (pernah disebut monyet Asia oleh pihak Eropa). Dan sekarang termasuk raksasa dalam industri tersebut.

Kenapa ya ? Mungkin mereka tidak hanya mengimpor produk kemudian menempeli merk sendiri (semacam rebagde) kemudian diakui sebagai produk mereka. Mereka melakukan “pembedahan” terhadap suatu produk, mempelajari ilmunya dan membuat rancang bangun ulang dengan memodifikasi dan mengembangkan sehingga menjadi produk baru yang mempunyai perbedaan dengan yang ditiru.

 Bagaimana dengan Indonesia ?.  Semoga akan banyak tumbuh generasi muda plagiator-plagiator ilmu dan membawa bangsa ke arah yang maju.

About siswanta

Seorang Guru SMK, berpendapat bahwa pendidikan adalah sebaik-baiknya investasi untuk masa depan sebuah bangsa

Posted on April 6, 2012, in INTERMEZO and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

SIlahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: