Dora Sembada : Sebuah “Pituduh” ?

Bagi orang Indonesia, khususnya orang Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan kata-kata Dora Sembada (goroh wenang?) walaupun artinya tidak tahu pasti seperti saya ini.

Bagi masyarakat pada umumnya mungkin dengar kata / tokoh  Dora dan Sembada pada cerita Aji saka ( Asal mula huruf  Jawa) di Medang Kamulan.

Namun saya pernah baca cuplikan Kitab Nitisastra ( jaman Majapahit   / Kitab Hindu ? ) yang kelihatannya menjadi sumber orang Jawa menggunakan istilah DORA SEMBADA, mengenai lima kebohongan yang diperbolehkan, atau dalam istilah Bali Pancareta.

Menurut saya penggunaan istilah  ini sekarang agak melenceng dengan apa yang dikehendaki dalam Nitisastra.

Dora Sembada banyak diartikan  = bohong gak apa yang penting hasilnya baik  / aman ?.

Dora Sembada bahkan saat ini sepertinya  menjadi suatu “pituduh” (Guidance/Petunjuk ?)  bukannya suatu “Wewaler” (Prohibitions/ larangan?).

Dan jika ini diterapkan dalam dunia pendidikan, tidak terbayang  semakin tambah menurunnya kualitas pendidikan kita dalam menghadapi pasar bebas.

Bagaimana nasib pendidikan yang dibangun dengan kebohongan, waduhhhh (sambil pegang jidat hehe)

Sekedar intermezo, sebagai orang jawa, saya kelihatannya  semakin jauh dari “jawanya”.

About siswanta

Seorang Guru SMK, berpendapat bahwa pendidikan adalah sebaik-baiknya investasi untuk masa depan sebuah bangsa

Posted on December 27, 2012, in INTERMEZO and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

SIlahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: